Friday, 25 August 2017

Begini cara untuk meningkatkan konsentrasi melalui metode Stop and Think Do

Latihan Kognitif meliputi cara mendorong anak untuk menggunakan daya bagian otak pemberi perintah yang lebih tinggi (Cortex, yaitu bagian luar selaput otak berwarna abu-abu) untuk menekan bagian otak yang memberi perintah lebih rendah atau bagian yang tidak berfikir yang mengontrol konsentrasi anak (bagian sistem limbik otak diduga mengontrol emosi anak).  Bila anak-anak terbiasa mengajar dirinya sendiri untuk menggunakan daya sejak usia dini, maka mereka tidak akan menghadapi terlalu banyak masalah pada kehidupan selanjutnya.

Stop Think do adalah salah satu metode yang diuraikan oleh Lindy Patersen di dalam buku Stop and think learning, a techer's guide for motivating children to learn. Metode yang memfokuskan pada latihan kognitif atau latihan otak. hal ini sama dengan merencanakan rancangan bersama anak untuk mengatasi masalah konsentrasinya melalui metode Stop Think do. yakni dengan cara melatih otak anak agar mampu berkonsentrasi dengan lebih baik. 

Pada proses awal mula-mula anak mengidentifikasi masalah konsentrasi mereka yang terberat. Berbagai tingkah laku yang diidentifikasi misalnya selalu bergerak tanpa sebab yang jelas, sering menggeliat, menggoyanggoyangkan bangku, tidak berhenti mengobrol, melamun terus, menghentak-hentakkan kaki, dan sebagainya. Beberapa aspek ini dipilih untuk masalah konsentrasi. 

Langkah selanjutnya adalah mencari berbagai cara untuk mengingatkan anak agar tidak melakukan kebiasaan buruk mereka, sehingga mereka dapat berkonsentrasi . Misalnya, pita merah atau stiker  bisa dilekatkan pada pensil, penggaris, kotak pensil, atau meja mereka. Tanda-tanda tertentu dapat juga diletakkan di sekitar ruangan, seperti jam dinding atau jendela yang mudah dilihat anak. Anak-anak yang suka menghentak-hentakkan kakinya dapat disuruh untuk memakai tali sepatu yang berwarna warni yang setiap saat akan membuat mereka tenang setiap memperhatikan tali sepatu. Anak-anak yang suka memainkan jari mereka dapat di suruh untuk memakai cincin yang dapat mengingatkan mereka untuk menghentikan kebiasaan mereka, dan cara lainnya yang mun gkin di dapati dari ide kita sebagai guru. 

Hal tersebut di atas terkandung maksud agar anak menghentikan (Stop) perbuatan atau kebiasaannya, kemudian Memikirkan (Think) sesuatu yang lain semacam konsentrasi  atau "Apa yang seharusnya kau kerjakan saat ini?". 

Langkah berikutnya yaitu melakukan "Do" Konsentrasi pada hal-ha tertentu , misalnya meletakkan kaki di atas lantai, duduk tegak atau memandang muka guru, mendengarkan perintah guru, mencari penjelasan lebih lanjut tas hal-al yang belum di pahami.
Rencana untuk memperbaiki daya konsentrasi anak hendaknya dipantau dan dimodifikasi secara teratur, dengan menambahkan cara-cara baru serta masalah baru yang menjadi sasaran untuk diperbaiki. Itulah sedikit gambaran megenai metode Stop and Think Do.

NATA ANTORIUS

About NATA ANTORIUS

My name is Nata, I write this blog is to provide information about primary and secondary education. I am a teacher at a Elemantary School.