Saturday, 5 August 2017

Menjadi Guru yang bermutu di Pembelajaran K13

Mengutif kalimat John Dewey, “Education is a social process. Education is growth. Education is not preparation for life, education is life itself”, Jika kita yakin bahwa pendidikan adalah porses yang hidup tentang kehidupan, maka kurikulum, pembelajaran, dan penilaian haruslah menjamin kehidupan lebih bermakna “ (Deni Hadiana)
Education is the powerful  weapon  which you can use to change the world.”
(Nelson Mandela)
Education is the key to unlock the the golden door of mind and soul. “(Bahrul Hayat)
Education is the movement from darkness to light.”  (Allan Bloom)
Pendidikan adalah pergerakan dari kegelapan ke cahaya.” (IndonesiaBermutu, 2016)
Pendidikan bermutu  adalah pendidikan yang menjamin bahwa siswa melakukan pembelajaran tentang kehidupan di dunia (the world) dan kehidupan di akhirat, sesamanya (each other), dirinya (themselves), dan pembelajarannya (their learning). Pendidikan bermutu hanya terwujud melalui guru bermutu. Guru bermutu adalah guru yang berkarakter, kompeten mengajar, kompeten menilai, kompeten meneliti, kompeten membaca.” (Indonesia Bermutu, 2016)
Penilaian dan Pembelajaran ibarat dua sisi mata uang. Ketiadaan salah satunya akan menghilangkan fungsinya. Rusak salah satunya akan menurunkan utilitasnya. (Deni Hadiana)

Guru yang sudah berhenti belajar, sebaiknya segera berhenti mengajar. (Deni Hadiana)
Guru Bermutu adalah cahaya bagi dirinya, para murid, keluarga, dan masyarakatnya. Cahayanya tak pernah padam, karena Guru Bermutu  tak pernah berhenti belajar dan mengajar. Guru Bermutu terus berburu baru agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif, efisien, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.


Untuk itu hendaknya guru memiliki prinsip dalam mendidik siswa yang akan diajar. Adapun  Prinsip Pembelajaran tersebut,yaitu:
  • Siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas; diberi tahu menuju mencari tahu;
  • Guru satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar
  • Pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah
  • Berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi;
  • Parsial menuju pembelajaran terpadu;
  • Penekanan pada jawaban tunggal menuju jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
  • Perbalisme menuju keterampilan aplikatif;
  • Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisika dan keterampilan mental
  • Pembelajar sepanjang hayat dan dimana saja;menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan, membangun kemauan dan mengembangkan kreativitas TIK untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran
  • Bahagia dengan adanya perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.
Jika murid saja kitapaksa” agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Lalu bagaimana dengan gurunya, pengawasnya, kepala sekolahnya?
Ya..mereka harus lebih dulu beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. INI HUKUM ALAM!

NATA ANTORIUS

About NATA ANTORIUS

My name is Nata, I write this blog is to provide information about primary and secondary education. I am a teacher at a Elemantary School.