Sunday, 12 November 2017

Sebelum memilih pekerjaan, inilah yang harus diperhatikan! Bag.2

Hana adalah seorang marketing, dia sangat suka tantangan baru, kegiatan-kegiatan di luar, bertemu dengan orang-orang baru dan menjalin hubungan dengan konsumen. Di perusahaannya sekarang dia diberikebebasan penuh menjalankan pekerjaannya. Atasannya memberikan kesempatan yang luas kepada para bawahannya untuk mengembangkan ide-ide baru, bereksperimen dengan terobosan baru dan mengembangkan kreatifitasnya. Hana juga sangat menyukai iklim di perusahaan tempat dia bekerja saat ini, namun demikian ada hal lain yang kurang sesuai dengan harapannya, yakni masalah gaji rendah. Kemudian, seorang temannya menawarkan lowongan pekerjaan baru yang sama dengan gaji tinggi di perusahaan lain. Tanpa pikir panjang , Hana lalu keluar dari perusahaannya sekarang dan masuk ke perusahaan yang di di tawarkan oleh temannya tersebut. Setelah 3 bulan bekerja, Hana mulai merasakan sesuatu yang berbeda dari perusahaan yang dulu. Iklim di perusahaan yang baru sangat ketat, tidak ada kebebasan, semuanya diatur atasan, dan Hana merasa seperti robot, tidak ada ide-ide baru, tidak ada kebebasan, dan tidak ada kesempatanuntuk mengambangkan kreatifitas. Hana pun tidak puas dengan perusahaan barunya.
 
 
Sahabat edukasinfo, kira-kira apa yang yang sedang terjadi dengan Hana? yang dapat kita fahami dari kisah  Hana di atas adalah perusahaan baru tempat ia bekerja, ternyata sangat berbeda dengan perusahaan sebelumnya. Suasana di perusahaan lama sangat di sukai Hana, sedangkan suasana di perusahaan baru sangat tidak sesuai dengan jiwa Hana. Dia tidak bisa berkreatifias, berkarya, mengembangkan ide-ide dan terobosan Hana sebagai Marketing.

Sahabat edukasinfo, dari kedua kisah yang kita baca di atas menggambarkan bahwa kepribadian, ketrampilan, dan iklim organisasi, menjadi faktor penentu untuk mencapai kepuasan di tempat kerja. Dengan adanya kepuasan tinggi, individu juga akan lebih kerasan di tempat kerja.

Lalu, bagaimana cara agara tidak terjebak dengan suasana kedua kisah tersebut?

Sahabat, dirangkum dari buku " Menjadi Pribadi berprestasi" yang ditulis  Triantoro Safaria, S.Psi., M.si. dan Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum terbitan Gramedia, ada baiknya sebelum memutuskan suatu lamaran pekerjaan, atau pindah ke pekerjaan baru, inilah yang mesti kita perhatikan:

1. Apakah pekerjan baru tersebut sangat menarik dan menimbulkan tantangan bagi kita? Suatu pekerjaan yang tidak menimbulkan minat dan tantangan bagi saya, hanya akan menjadi beban dai dalam diri. Kalau tugas dan pekerjaan hanya akan menjadi beban. Artinya, pilihlah pekerjaan yang disukai, yang memberikan tantangan dan membuat anda mencapai makna tertinggi dalam hidup.

2. Sesuaikah keahlian terhadap pekerjaan! boleh jadi ketika kita melamar pekerjaan dan kita diterima di perusahaan, ternyata pekerjaan itu bukan keahlian kita. Sehingga menimbulkan beban bagi kita dan pada akhirnya akan membuat diri menjadi stress. Seperti peribahasa berikut, " Hanya orang bodoh sajalah yang memilih pekerjaan, yang tidak mampu untuk dikerjakan".

3. Apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan kepribadian kita? Hal ini sangat perlu untuk difahami. Bisa jadi orang yang sebenarnya berjiwa marketing, tiba-tiba ditawarkan bekerja menjadi Kontraktor. Tipe introvert dan ektrovert sangat perlu untuk difahami, agar kedepan tidak membuat kita terbeban dalam bekerja.

4. Apakah di tempat bekerja, memiliki budaya atau iklim organisasi yang sesuai dengan kita?  Budaya organisasi sangat menunjang dalam mencapai prestasi tertinggi. Ada budaya organisasi yang adaptif (terbuka) ada juga yang tidak adaptif (*tidak terbuka). Adaptif artinya adanya kebebasan dalam mengaktualisasi diri, dinamis, berorientasi pada karyawan dan konsumen (jika  perusahaan), penuh inovasi. Dan tidak adaptif artinya, kaku, kebijakan organisasi manipulatif, otoriter, hanya berorientasi pada kepentingan pribadi. 

Sumber : Menjadi pribadi berprestasi, Grasindo


NATA ANTORIUS

About NATA ANTORIUS

My name is Nata, I write this blog is to provide information about primary and secondary education. I am a teacher at a Elemantary School.