Friday, 30 August 2019

Menarik kembali peserta didik yang pernah dikeluarkan dari dapodik (PD Keluar) tapi masih di sekolah kita!


Assalamualaikum sahabat edukasinfo, barangkali pengalaman ini pernah kalian alami. Peserta didik atau siswa kita yang ada disekolah kita tanpa disengaja atau dengan sengaja kita keluarkan dari aplikasi dapodik pada versi sebelumnya. Kita lihat pada aplikasi dapodik 2020 sangat banyak perbedaan, terutama pada kolom PD keluar, jika pada dapodik-dapodik sebelumnya masih ada menu batal keluar peserta didik, namun pada aplikasi dapodik terbaru ini menu itu tak ada lagi.

Nah, jika demikian bagaimana cara mengatasinya atau cara membatalkan siswa keluar tersebut?

Bila data siswa pernah ada, dan pernah dikeluarkan dari dapodik namun masih di sekolah kita, kita bisa melakukan tarik siswa Online di website dapodikdasmen, setelah login dengan akses manajemen sekolah, plih peserta didik dan tambah, kemudian pilih Sumber Data, Propinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Sekolah Asal dan Tahun Lulus.

Cuma saat pencarian siswa, pilih nama sekolah kita sendiri, oke!

Cara Memperbaiki Error VCRUNTIME140.DLL saat instalasi Dapodik terbaru


Assalamualaikum sahabat edukasinfo, setelah install laptop terkadang ada saja masalah yang dihadapi kita sebagai operator sekolah, salah satunya adalah aplikasi dapodik gagal untuk tinggal di laptop kita, he. Seperti pada keterangan berikut, saat separuh jalan instalasi aplikasi dapodik terbaru (Dapodik 2020) muncul pesan balon yang berbunyi  CODE EXECUTE CANNOT PROCEED BECAUSE VCRUNTIME140DLL WAS NOT  FOUND. REINSTALLING THE PROGRAM MAY FIX THIS PROBLEM. Jika kalimat ini muncul maka, dapodik yang sudah diinstall tidak akan terbuka.




Walaupun installasi selesai,



Jika ini masalahnya, itu artinya laptop kita belum ada program VCRUNTIME14DLL. Untuk mendownload aplikasi ini silahkan kunjungi vcruntim140dll, atau di sini.

Nah, berikut cara menginstal vcruntime140.dll dilaptop agar aplikasi dapodik bisa tinggal dan menetap.


Cara menginstal vcruntime140.dll

Perangkat lunak akan sering memuat file .DLL dari folder aplikasi terlebih dahulu.
Jika tidak menemukan file .DLL di sini, maka secara otomatis akan memeriksa folder 
sistem Windows.
Tempatkan file .DLL di folder yang sama di mana file .exe aplikasi berada.
 
 
Instalasi DLL telah selesai!

Tidak yakin aplikasi mana yang mengalami masalah?
Coba instal file .DLL langsung ke Windows. (Lihat di bawah)
Menginstal vcruntime140.dll langsung ke Windows.

    Salin file .DLL ke folder C: \ Windows \ System32 \ Anda. (32 bit)
    Salin file .DLL ke folder C: \ Windows \ SysWOW64 \ Anda. (64 bit)
    Instalasi DLL telah selesai!

Nah, sahabat jika langkas di atas tidak berhasil yuk install aplikasi berikut, kemudian uninstall lagi aplikasi dapodik di laptop kalian. Setelah aplikasi ini diinstall maka selanjutnya marilah kita coba menginstall kembali dapodik 2020. Selamat mencoba!

Untuk Windows 64 vc_redict. x64.exe    atau  Untuk Windows 32 vc_redict. x32.exe

Sesuaikan dengan windows laptop kalian.

Sunday, 25 August 2019

Dapodik 2020, Tak bisa menarik Siswa Mutasi/ Pindahan di website dapodikdasmen


Assalamualaikum sahabat edukasinfo, tugas kita sebagai operator sekolah selalu saja menemui hal-hal yang baru. Seperti pembaruan Dapodik yang setiap saat akan diupdate. Hal ini akan membuat kita mencari tahu cara-cara yang baru juga dalam mengatasi masalah yang dihadapi. 

Sahabat, mengentry siswa di dapodik saat ini, untuk siswa yang pernah bersekolah di TK, SD dan SMP itu dilakukan melalui dapodik online, bukan di aplikasi dapodik yang kita install di laptop kita.  Nah, namun hal yang mungkin menjadi kendala, sebelum kita sinkronisasi, di website Dapodikdasmen,
akan muncul tulisan bahwa,



Nah, jika tulisan itu muncul yang perlu sahabat lakukan adalah mengisi semua yang perlu diisi di aplikasi dapodik terlebih dahulu, dari Sekolah, Sarpras, GTK, Peserta didik, Rombel, dan yang lainnya. Nah, untuk Pembelajaran dan Nilai Rapor/USBN itu boleh belum diisi, yang terpenting saat validasi (Lokal) nanti tidak ada status data yang Invalid. 

Hal ini telah admin coba pada sekolah admin sendiri yaitu SD Negeri 6 Muara Rupit. Yang admin lakukan mengisi semua data yang disebut di atas, pada bagian-bagian tertentu kita hanya melakukan klik menu aksi (Sarpras dan Rombel) dan salin penugasan (GTK dan Peserta Didik). Artinya kita tidak perlu mengisi data Sarana Prasarana, GTK, atau Peserta didik dari awal lagi. Namun jika ada penambahan, sebaiknya saran saya lakukan setelah sinkron pertama, setelah siswa yang ditarik atau GTK yang ditarik masuk ke dapodik 2020 yang ada di laptop kita.

Untuk kelas pertama yang belum ada siswanya, admin sarankan untuk tidak membuat rombel terlebih dahulu (jika rombel sebelumnya tidak ada)  karena jika rombelnya dibuat  maka saat akan sinkron nanti akan invalid, sedangkan ketika akan dihapus tak akan bisa dihapus.




Saturday, 24 August 2019

Cara atasi Data Periodik Alat dengan Jenis ini yg berada di dalam Ruang dengan nama Ruang ini utk Periode Ganjil / 2019 belum diisi.

Assalamualaikum sahabat edukasinfo, Berikut akan admin kasih tahu cara mengisi  data periodik alat yang ada di Sarpsras Dapodik 2020. 

Jika data di dapodik kita belum valid seperti berikut ini,


Adapun cara mengatasinya adalah sebagai berikut,

klik menu Sarpras dan pilihlah tombol Alat, angkutan dan buku, selanjutnya cari ruang yang tempat data periodik yang dimaksud,



selanjutnya Pilihlah alat yang belum ada isian jumlahnya, dan klik kemudian klik juga menu Aksi dan pilih data periodik,


isilah jumlah alat yang ada sesuai data yang benar di sekolah kalian,


Lalu Simpan dan Tutup.

demikianlah mengisi data periodik di Sarpras dapodik 2020.


Friday, 23 August 2019

Cara mengisi data siswa di Dapodik 2020

Assalamualaikum sahabat edukasinfo, sudha menjadi hal biasa yang tak bisa dihindari oleh kita sebagai operator sekolah. Sedih yah sudah pasti, kecewa ya pasti kecewa, namun apalah daya kita operator sekolah di angkat dan diberhentikan sesuai kebutuhan sekolah. Dan bila pemimpin (Kepala Sekolah) bijak insya Allah kita tetap akan bekerja sebagai operator sekolah. Namun, sahabat tetaplah berdoa dan bersemangat karena rezeki bukan dari Dana BOS atau dna Sekolah, tapi rezeki dari sang pencipta. 

Sahabat edukasinfo, mungkin kalian operator sekolah yang baru, yang belum sama sekali mengisi data sekolah dan data siswa beserta data lainnya di dapodik. Namun, jangan malu bertanya kepada operator sekolah yang lainnya. Atau mencari di browser cara-cara yang berkaitan dengan dapodik.

Nah, sahabat kali ini saya ingin berbagi cara mengisi data di dapodik 2020.

Pertama bukalah aplikasi dapodik 2020 yang ada di laptop kalian,kemudian klik menu Peserta didik, untuk tingkat SD ada pilihan yaitu melalui dapodikweb, dengan cara menarik siswa yang berasal dari TK, begitu juga SMP dan SMA/SMK juga menarik siswa dari SD dan SMP, jika siswa berasal dari Madrasah ada pilihan Tarik PD diluar Dapodik. 

Bagi kita yang menarik siswa dari sekolah sebelumnya, kita hanya perlu melengkapi biodata yang telah ada. Namun bagi siswa baru yang tidak pernah di TK/PAUD seperti di tingkat SD, kita akan mengisi data mereka secara manual.

Sebelum kita mengisi data siswa baru SD, atau siswa yang yang ditarik dari sekolah sebelumnya wajib bagi kita mempersiapkan berkas-berkas siswa yang dibutuhkan seperti, Akte Kelahiran, KK (NIK Siswa, NIK Ayah, dan NIK Ibu) dan jika ada kartu sosial yang dimiliki siswa seperti PKH, KIS, KKS.

Bila telah berada di kolom Biodata siswa, Pilihlah menu Tambah Siswa Kelas 1, yang berada di bagian atas kolom.


Selanjutnya isilah data-data berikut sesuai dengan fakta, dan jangan sekali-kali mengisi data siswa dengan data abal-abal. 


Untuk biodata Wali siswa bukan diisi dengan nama ayah atau Ibu tapi nama orang lain yang menjadi wali siswa seperti nenek, kakek, paman, bibi dan siapa saja yang bisa bertanggung jawab sebagi wali siswa.

Selanjutnya bila telah diisi semua jangan lupa untuk disimpan (save) klik Menu Save and close.

Bila selesai disimpan daftar sisw atersebut akan tersimpan namun akan muncul status berupa tanda seru, hal ini artinya siswa belum benar-benar terdaftar di dapodik. Untuk menghilangkan tanda status tersebut, silahkan klik dan blok nama siswa tersebut dan pilih menu registrasi yang ada di atas nya.

Isilah status pendaftaran siswa tersebut pada kolom yang muncul,


Lalu simpan dan tutup. Jika selesai, maka tanda status akan hilang, dan itu artinya siswa kita terdaftar di dapodik. Walaupun sudah terdaftar tetapi siswa tersebut belum juga sepenuhnya terdaftar di dapodik karena siswa masih berada di luar rombongan belajar (Rombel). 

Bagaimana cara memasukkan siswa ke rombel, nantikan artikel edukasinfo,net yang akan datang!

Ingat bagi kita yang belum ada pengalaman, malu bertanya tak akan bisa untuk bekerja. Malu bertanya sesat dijalan....

 


Cara mengisi data Kartu Siswa seperti KKS, PKH, KPS dan KIS di Dapodik 2020

Assalamualaikum sahabat edukasinfo, ada yang baru di dapodik 2020, bahkan lebih banyak hal-hal baru yang ada di Dapodik 2020, bagi pemula atau operator baru mungkin akan merasa bingung untuk mengisi data di dapodik 2020 ini, namun bagi operator yang sudah lama malang melintang di dunia perOperatoran Sekolah, sudah pernah mendapatkan informasi akan pembaruan ini, setidaknya operator lama sudah siap menghadapi arus perubahan ini. 

Sahabatku, pada aplikasi dapodik 2020 ini ada dua tempat pengisian kartu sosial siswa, yang pertama ada pada kolom biodata siswa itu sendiri, dan yang kedua yakni di kolom bagian bawa pada aplikasi dapodik 2020 (Data Rincian PD).

Bagaimana cara mengisinya? Mudah saja sahabat, yang pertama jangan lupa untuk berdoa kepa Allah Ta'ala agar dimudahkan untuk bekerja. Supaya diberikan kekuatan dan kesehatan. Selanjutnya siapkan kartu-kartu sosial yang dimiliki siswa atau peserta didik.

Pada akun atau data siswa (Peserta didik) yang kita buka, silahkan lihat di bagian bawahnya pada Data Rincian PD, pilih menu (Tombol) Kesejahteraan Klik Tambah dan Pilihlah salah satu kartu yang dimiliki siswa, misalnya Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), atau kartu yang lainnya seperti KIS, KKS, dan KPS. 

Nah, demikian informasi ini sahabat, semoga bermanfaat.

Thursday, 22 August 2019

Rombongan belajar tidak ditemukan di dapodik 2020


Assalamualaikum sahabat edukasinfo, pasti ada yang merasa jengkel dengan kehadiran dapodik 2020 ini, tapi mau sejengkel apapun kita tetap akan menghadapinya untuk mengerjakan dapodik sebaik mungkin, agar hasilnya pun menjadi yang terbaik.

Seperti masalah berikut, bagi operator sekolah yang lama hal ini sudah biasa, namun bagi mereka yang masih baru, akan bertanya-tanya. 

Rombongan belajar tidak ditemukan pada menu Rombongan belajar, ini gimana ya solusinya!

Jika ini terjadi maka hal yang perlu kalian lakukan adalah kembali ke menu Peserta Didik, kemungkin peserta didik belum diaktifkan (datanya). Lalu caranya adalah Klik Salin Data Periodik, klik Ok, dan Ok. Kemudian kembali lagi ke menu Rombongan Belajar.








Setelah kembali ke menu Rombongan Belajar klik Menu Aksi 


dan pilihlah peserta kelas yang akan dinaikkan ke rombel baru,






Wednesday, 21 August 2019

Cara atasi error Dapodik 2020, "Terdeteksi versi database 2.98d"!

Tuesday, 20 August 2019

Cuma sekedar saran di awal rilis dapodik baru

Assalamualaikum sahabat edukasinfo, sudah pernah kita alami bila dirilis aplikasi dapodik terbaru, hasilnya selalu tak sesuai harapan alias error. Benar, kan! Hal ini wajar saja terjadi akibat terlalu banyak pengguna yang saling berebutan mengakses situs dapodikdasmen.

Saya menyarankan agar kita bersabar saja, dan memakluminya. Biasanya dalam beberapa hari ke depan akan ada perkembangan bahkan pembaruan. Seperi sistem pembagian wilayah akses kayak zonasi gitu.

Network Error (tcp_error)

A communication error occurred: "Operation timed out"
The Web Server may be down, too busy, or experiencing other problems preventing it from responding to requests. You may wish to try again at a later time.

For assistance, contact your network support team.

Yang terpenting semua data dan dokumen telah kita persiapkan.

Wednesday, 14 August 2019

Usia Pensiun Guru PNS Tetap 60 Tahun, kata mendikbud

Assalamualaikum sahabat edukasinfo.net, beberapa waktu yang lalu kita mendengar berita bahwa masa abdi guru diperpanjang menjadi 65 tahun. Guru yang akan pensiun akan mendapatkan tambahan waktu mengajar dan mengabdi lagi dalam mengajar. 

Menteri Pendidikan dan kebudayaan mengatakan bahwa masa pensiun guru tetap diusia 60 tahu, dan tidak diperpanjang hingga 5 tahun. Tetapi, bagi guru yang akan memasuki masa pensiun akan diminta untuk tetap mengabdi sampai ada guru PNS pengganti guru yang akan pensiun tersebut.

Nah, agar tak meragukan lagi yuk simak berita yang admin kutip dari Situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berikut ini:

Baca Juga : Bagi yang mau ikut test CPNS yuk latihan dulu disini di Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen - BKN

Jakarta, Kemendikbud --- Menjawab beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa masa pensiun guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) diperpanjang 5 tahun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengatakan bahwa masa pensiun guru PNS tetap diusia 60 tahun. “Masa pensiun guru PNS tetap diusia 60 tahun, tidak diperpanjang 5 tahun, tetapi bagi guru yang memasuki masa pensiun akan diminta untuk tetap mengabdi sampai ada guru PNS penggantinya,” ujar Mendikbud.Hal tersebut dijelaskan Mendikbud usai mengetahui adanya informasi yang tidak tepat tentang masa pensiun guru PNS, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (2/8).

“Ajakan untuk tetap mengabdi tersebut ditujukan bagi guru yang masih bersedia dan sanggup, dan gajinya diambilkan dari dana BOS. Ini dilakukan untuk menghentikan penerimaan guru honorer baru, sehingga pemerintah bisa fokus menyelesaikan masalah guru honorer yang ada sekarang,” terang Mendikbud.

Perpanjangan masa pengabdian tersebut diusulkan Mendikbud dalam rapat koordinasi penyelesaian masalah guru honorer, bersama KemenPAN-RB, Kementerian Dalam Negeri, dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN), di hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/07). Menindaklanjuti usulan tersebut, kata Mendikbud, akan segera dibuatkan surat edaran bersama antara Kemendikbud dan Kementerian Dalam Negeri.

Terkait dengan pengangkatan guru PNS, Mendikbud mengatakan, dibagi atas tiga skema, yakni, pertama, untuk menuntaskan guru honorer. Kedua, untuk mengganti guru yang masa pensiunnya akan berakhir, dan ketiga, untuk menambah atau mengangkat guru dikarenakan adanya penambahan jumlah sekolah. “Rencananya rekruitmen akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2024. Kami akan terus berusaha menuntaskan masalah guru honorer,” ujar Mendikbud.

Mendikbud mengimbau kepada pemerintah daerah, dan kepala sekolah untuk tidak lagi mengangkat guru honorer yang baru. “Kami mohon Bapak Gubernur, Bapak Bupati dan Walikota, serta kepala sekolah agar tidak lagi mengangkat guru honorer baru,” tutur Mendikbud. *

Jakarta, 2 Agustus 2019
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Sumber : Siaran Pers BKLM, Nomor: 254/Sipres/A5.3/VIII/2019


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :

Demikian informasi yang admin dapat mengenai masa pensiun guru PNS, semoga bermanfaat.

Sumber:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Monday, 5 August 2019

VerVal Data Mapel PKP di SIMPKB 2019





Assalamualaikum sahabat edukasinfo, masih ingat kan SimPKB! tentulah karena kita kan masih sebagai guru. Nah, saat ini ada tugas buat kalian di SimPKB. Tugas apa yang dimaksud?


Nah, sahabat boleh kunjungi akun SimPKB kalian masing-masing, nanti kalian akan diarahkan untk mengisi Verval Data Mata Pelajaran Kompetensi Pembelajaran (PKP) Periode 2019. Karena informasi ini penting demi mendukung program Diklat Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Periode 2019. Ayo tunggu apalagi!

Pertama kunjungi situs SimPKB 
selanjutnya akan ada tampilan seperti ini loh,





Disana ada gambar pensil, silahkan diklik gambar pensil tersebut,

turunkan scroll, pilih mapel yang diampuh,


  • Bahasa Bali
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Jawa
  • Bahasa Madura
  • Bahasa Sunda
  • Bimbingan dan Konseling
  • Guru Kelas Rendah (Guru kelas SD dari kelas 1 sampai kelas 3)
  • Guru Kelas Tinggi  (Guru kelas SD dari kelas 4 sampai kelas 6)
  • Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
  • Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
  • Matematika
  • Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
  • Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN)
  • Seni Budaya dan Prakarya
  • Lain-lain

Dan terakhir jangan lupa untuk klik Simpan.

Oh iya, mungkin kalian lupa akun atau password akun SimPKB kalian. Jika memang lupa, coba ingat siapa ketua Komunitasnya, hubungi ketua komunitas agar mereset akun SimPKB kalian, atau langsung ke Admin SimPKB Dinas Pendidikan di tempat kalian.

Demikian dulu informasinya moga bermanfaat.