Tuesday, 17 September 2019

Atasi masalah "Mohon data disimpan terlebih dahulu"


Monday, 16 September 2019

Mengisi Profil pengguna di PMP 2019

Assalamualaikum sahabat edukasinfo, banyak fitur baru yang tampil di PMP 2019, hal ini akan menambah pekerjaan kita sebagai operator sekolah. Pada PMP 2019 ada beberapa menu yang kita hadapi, seperti pengaturan, Kuesioner, Peringkat pengisian, Raport Mutu, Verval Supervisi, Notifikasi, Pusat Unduhan dan Laporan dan saran. Namun, kali ini saya akan mengajak sahabat untuk melengkapi Profil pengguna yang ada pada pengaturan. 


yang akan kita lakukan adalah mengisi kolom-kolom di atas sesuai dengan data yang ada di dapodik.

Mengisi NIK pengguna, yakni operator sekolah,

Mengisi NUPTK pengguna/ OPS

Tanggal Lahir Pengguna

Masih seperti aplikasi PMP yang sudah-sudah, pada akun Operator sekolah itu untuk isian Kepala Sekolah. 


PMP 2019 siap meluncur

Assalamualaikum sahabat edukasinfo, mari kita selalu bersemangat dalam mengolah data sekolah yang kita kelola. PMP 2019 telah siap di depan mata, namun saat ini kita akan mengisi instrumen EDS secara online, sedangkan instrumen offline belum bisa dilakukan. Siapkan kesehatanmu, siapkan laptopmu, dan siapkan juga kuota internetmu.

Dengan mengucapkan bismillah, ayo kita lihat penampilan Aplikasi PMP terbaru saat ini,


Pilih EDS Daring pada menu yang ada di laman http://pmp.dikdasmen.kemdikbud.go.id/, kemudian login dengan menggunakan username/email dan password dapodik yang lama, 





Silahkan masuk dan lihat-lihat dulu, yuk!



klik menu-menu yang ada dan isilah sesuai permintaan.



Cara melihat Raport Mutu PMP tahun sebelumnya





Assalamualaikum sahabat edukasinfo, tak lama lagi kita akan mengisi instrument EDS Pemetaan Mutu Pendidikan. Mungkin sahabat juga sudah tak sabar lagi untuk mengerjakannya, dikarenakan poin yang akan diisi itu sangat banyak dan menyita waktu. Namun, sebelumnya saya akan memberikan gambaran tentang PMP 2019, bahwa PMP 2019 itu daring atau bahasa kerennya online.


Nah, sahabat sebelum kita melanjutkan pengisian instrumen EDS ada baiknya kita melihat dulu rapor mutu PMP sekolah kita tahun yang lalu, agar nanti isian EDS-nya tidak turun nilainya. 

Caranya kunjungi http://pmp.dikdasmen.kemdikbud.go.id/, kemudian pilih rapor mutu 2018 atau klik saja pada linki berikut http://118.98.228.27/rnpk/index.php?d=0




Gunakan Username dan Password Dapodik kemudian isi jawaban kode keamanan seperti pada gambar. 

Pilih wilayah atau diketik nama wilayah sekolah kita, begitu juga dengan nama sekolah.


Geser scroll ke bawah dan pilih Export Excel jika ingin menyimpan file rapor mutu,






Nah demikian cara mengetahui raport mutu PMP tahun 2018

Friday, 13 September 2019

Dapodik 2020: Sinkronisasi dihentikan karena terdapat data invalid, begini mengatasinya

Assalamualaikum sahabat edukasinfo, akhir-akhir ini dapodik 2020 bertingkah setelah banyak yang mencoba untuk sinkronisasi. Namun, hal ini masih bisa di atasi dengan bantuan teman-teman kita operator sekolah yang selalu berusaha mencari jalan keluar dari setiap masalah.

Nah, salah satu masalah yang kita hadapi saat ini error dapodik 2020 yang berbunyi "Sinkronisasi dihentikan karena terdapat data invalid, Untuk lebih detail, silahkan cek di halaman validasi Front End'.

Untuk mengatasi error tersebut ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Hapus history browser (Dapodik) secara menyeluruh dari semua waktu (all time) dengan menekan Ctrl+Shift+Del
  2. Tutup browser dapodik
  3. Tinggal download link disini http://www.mediafire.com/file/y94nkhq8wwiuuvd/Synch_Invalid.exe/file
  4. dan install melalui Run as administrator dengan sekali klik selesai.
Silahkan dicoba semoga berhasil.

Thursday, 12 September 2019

Jika Ruang Guru, ruang Kepala Sekolah, Perpustakaan masih menumpang atau meminjam lokal kelas

Assalamualaikum sahabat edukasinfo, di sekolah kita mungkin belum memiliki ruang guru, atau ruang kepala sekolah atau juga ruang laboratorium, atau ruang yang lainnya yang bukan untuk kegiatan belajar mengajar di lokal kelas. Namun, oleh kebijakan kepala sekolah bahwa ada lokal kelas ruang untuk belajar ada yang tak terpakai, maka dialihkanlah fungsinya sebagai yang tersebut di atas. Misalnya Ruang guru saat ini menggunakan lokal kelas yang tak terpakai.

Nah, selanjutnya saat disarpras dapodik 2020, ruang tersebut ternyata dianggap benar-benar ruang kepala sekolah atau ruang guru atau ruang yang lainnya. Sebaiknya kita harus mengubah Jenis Prasarana tersebut dari ruang kepsek/guru atau mungkin yang lain menjadi ruang lokal/ teorikelas. Karena status ruang tersebut pada hakekatnya adalah meminjam dan bukan sungguhan. 

Cara mengubah jenis Prasarana tersebut yaitu, klik nama ruang (Ruang Kepsek/Guru) 

Klik menu Ubah, pada Jenis Prasarana ketik angka 1. Angka 1 ada kode atau nomor untuk lokal/ruang teori kelas.


Setelah langkah di atas selesai, maka ruang kepsek/guru yang tadinya berada diruang kepsek/guru sungguhan, akan muncul di ruang teori/kelas.



Mau login di Aplikasi Android PPK GTK Dikdas tapi ada keterangan "Anda masih login diperangkat lain"

Begini menghapus sarana dan prasarana di dapodik 2020

Assalamualaikum sahabat edukasinfo, kali ini saya akan membagikan cara menghapus sarana di aplikasi dapodik 2020 secara permanen. Jika pada sebelum saya juga pernah membahas hal ini, namun pada artikel sebelumnya itu juga membahas cara menghapus sarana/prasarana, namun sarana yang ada di alih fungsi ke sarana lainnya.

Banyak yang kebingungan saat akan menghapu sarana yang notabenenya tak ada, atau memang sarananya salah data. Nah, sahabat jangan kawatir edukasinfo akan membantu sahabat dalam mengatasi masalahnya, insya Allah.

Saat kalian membu
ka aplikasi dapodik, di sarpras pilihlah nama ruang, setelah itu klik dan pilih menu hapus.




Jika setelah diklik hapus ternyata tak bisa(diblur) seperti ini, 

maka langkah selanjutnya adalah menghapus alat, angkutan dan buku yang ada pada ruang tersebut.
Caranya kembali lagi ke dashboard pilih alat, angkutan dan buku yang ada pada menu Sarpras.


Selanjutnya, akan muncul laman alat, angkutan dan buku seperti di bawah ini,


Jika ruang yang dimaksud untuk dihapus tidak muncul ketik nama ruang pada kolom pencarian di pojok kanan atas laman.




Kemudian, klik satu persatu alat dan hapus alat-alat yang ada di ruang tersebut,


Setelah di klik pilih menu aksi,
dan hapus pembukuan alat,

Masih diproses penghapusan pembukuan alat, pada kolom hapus buku ada beberapa pilihan yang bisa diklik namun karena yang akan kita hapus adalah ruang akibat kesalahan ketik data atau lainnya pilih, maka yang kita klik adalah koreksi data  dan tentukan tanggalnya, misalnya hari ini. Coba perhatikan gambar berikut,


Kemudian klik SIMPAN.


Selanjutnya pada alat-alat yang lain lakukan juga hal yang sama.

Langkah terakhir adalah kembali ke menu ruang yang ada pada sarpras,


Pilih ruang yang tadi telah dihapus pembukuan alat-nya.





 Klik dan pilih menu hapus

Pilih ya,

Maka ruang yang dimaksud akan terhapus, namun jika tidak juga terhapus dan keterangan bahwa ruang data periodik 20191 atau lainnya, maka kita dapat mengalihkan nama ruang menjadi ruang fiktif dengan mengubah jenis prasarana menjadi 99 atau lainnya. Karena untuk menghapus ruang data periodik 20191 tidak bisa di dapodik 2020, dan kita berharap akan ada updater dapodik 2020 sekian-sekian, yang bisa menghapus ruang di sarana prasarana dapodik selanjutnya.  Baca Cara menghapus Ruang di Sarpras dapodik 2020.

Saturday, 7 September 2019

Cara mengetahui Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS)

Assalamualaikum Sahabat edukasinfo, pada masa-masa yang akan datang guru yang menjabat sebagai kepala sekolah harus memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah atau disingkat dengan NUKS. 

Apa sih kegunaan NUKS bagi kepala sekolah?

Dilansir dari situs PNS dan Guru inilah pentingnya kepala sekolah harus memiliki NUKS. Mulai dari pertengahan 2017, para kepala sekolah yang sampai saat ini belum mempunyai NUKS atau Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) maka akan diberi sanksi tidak akan diberikan tunjangan. Agar bisa mendapatkan NUKS ini, kepala sekolah bisa menggunakan dua metode. Metode yang pertama adalah pola mandiri yakni membiayai segala kegiatan untuk mendapatkan NUKS secara pribadi. Metode kedua, seseorang dapat diangkat menjadi kepala sekolah jika sudah mempunyai NUKS. Sekedar informasi, NUKS ini bisa diperoleh dari LPMP atau Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan yang membidangi LP2KS atau Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS).

Mahmud. J. Abdurahman selaku Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan atau PMPK dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan wilayah Kota Ternate mengatakan bahwa jika kepala sekolah menggunakan pola mandiri maka semua kegiatan dibiayai oleh diri sendiri. Yang artinya adalah Diknas tidak akan memberikan intervensi. Tapi setelah mendapatkan NUKS, kepala sekolah berhak untuk memperoleh tunjangan. Abdurahman juga berpendapat bahwa berkaitan dengan adanya kepala sekolah yang belum memiliki NUKS, pemerintah harus melakukan tindak peninjauan kembali tentang tunjangan profesi yang diberikan. Ia juga mengakui bahwa tunjangan kepala sekolah yang mempunyai nuks belum terealisasi dengan sempurna di tahun 2016 lalu karena masih banyaknya kepala sekolah yang belum memiliki nomor unik kepala sekolah ini.
Lalu, Bagaimana Cara Mendapatkan NUKS Nomor Unik Kepala Sekolah? Berikut sedikit penjelasan tentang cara mendapatkan NUKS untuk kepala sekolah.

  1. Lulus Diklat Calon Kepala Sekolah yang diselengarakan oleh LP3CKS (Lembaga Penyelenggara Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah)
  2. Alur Penerbitan SK NUKS seperti gambar berikut:

Seperti yang ditulis di web LPPS, penjelasan gambar tersebut adalah :
  • LP3CKS (Lembaga Penyelenggara Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah) Mengajukan permohonan kepada LPPKS untuk menerbitkan NUKS (Nomor Unik Kepala Sekolah) beserta data peserta dan hasil pelaksanaan Dinklat calon Kepala Sekolah.
  • LPPKS melakukan verifikasi terhadap data peserta dan hasil pelaksanaan diklat calon kepala sekolah.
  • LPPKS menerbitkan Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS).
  • LP3CKS menerima SK NUKS sebagai dasar penerbitan sertifikat kepala sekolah.

Jika persyaratan di atas telah terpenuhi, kepala sekolah dapat melihat NUKS-nya di link http://lppks.kemdikbud.go.id/nuks/cari.php, dengan menggunakan menu pencarian NUKS ketiklah nama kepala sekolah dan tanggal lahirnya.



 


Bingung, Pilih Dak Beton atau Bukan!





Assalamualaikum sahabat edukasinfo yang berbahagia, pada saat ingin memilih kondisi bangunan yang ada di sarpras dapodik 2020 ada dua pilihan pada keterangan tutup atap. Ada dua pilihan yaitu Dak Beton dan Bukan Dak Beton. 


Sebelumnya admin pun pernah bingung, dikira Dak Beton itu adalah sekolah yang terbuat dari beton, karena kurang informasi dan pengetahuan. Namun, karena takut salah maka admin mencoba untuk mencari apa maksud Dak Beton atau bukan. Alhamdulillah setelah berselancar di browser google akhirnya admin temukan makna Dak Beton.

Maksud Dak Beton adalah adalah konstruksi lantai untuk tingkat atas pada bangunan bertingkat dua atau lebih, yang terbuat dari struktur beton bertulang. Dak beton juga dapat difungsikan sebagai atap datar, bahkan untuk bangunan satu lantai. 

Jadi, jika gedung sekolahan kita masih setingkat di bawah itu bukan Dak Beton, tapi Bukan Dak Beton.

Nah, sahabat sudah tahu kan!

Semoga kita tak salah lagi dalam mengisi dapodik 2020.

Friday, 6 September 2019

Persiapan, PMP 2019 itu daring (Online)!




Assalamualaikum sahabat edukasinfo, Tak lama lagi tugas kita sebagai operator sekolah akan diperbarui kembali. Tugas itu adalah pengisian instrumen di aplikasi Pemetaan Mutu pendidikan (PMP). Namun, PMP tahun 2019 ini kabarnya akan dikerjakan secara online (daring). Nah sahabat, sebelum aplikasi sesungguhnya dirilis dan dikerjakan ayo kita download dahulu Instrumen-instrumen yang akan diisi nanti. Silahkan download Instrumen PMP 2019 disini, http://pmp.dikdasmen.kemdikbud.go.id:8882/pusat-unduhan.

Pada website Manajemen PMP diumumkan peraih data PMP terbaik tahun 2018, baik untuk Provinsi atau juga untuk Kabupaten. Provinsi yang mendapatkan predikat terbaik dalam pengisian instrument PMP tahun 2018 adalah provinsi Kalimantan Barat dengan persentase dari seluruh Indonesia adalah 0,78 %, Sedangkan untuk kabupaten/ kota adalah kota Surabaya Provinsi Jawa Timur dengan Persentase 9.960%. 



Tentunya, hal ini dapat memotivasi daerah-daerah lain diseluruh indonesia, agar dalam pengisian data instrument PMP 2019 lebih baik, akurat dan yang terpenting adalah kejujuran. 

Bagaimana cara melihat Raport Mutu PMP sekolah kita?

untuk melihat Raport Mutu PMP sekolah, sahabat langsung kunjungi Website Manajemen PMP dengan menggunakan akun (email dan password) aplikasi dapodik. Nah, di laman tersebut akan ada pilihan untuk mendownload atau mencetak Raport Mutu PMP tahun sebelumnya. Untuk selengkapnya baca di Bagaimana menndownload Rapor Mutu PMP tahun sebelumnya.

Thursday, 5 September 2019

Bangunan di Sarpras tidak dapat diklik, begini solusinya





Assalamualaikum sahabat edukasinfo, barangkali ada yang mengalami hal seperti ini, saat ingin mengisi data periodik di sarspras di bangunan yang ada pada data rincian tanah di sarpras dapodik 2020, pada bagian bangunan tidak bisa di klik alias hanya blur saja. 


Hal ini barangkali karena baru saja diinstall pada laptop kita sehingga perlu utak atik aplikasi dapodiknya. 

Jika memang demikian silahkan kalian klik Data Tanah pada kolom bagian atas yang ada pada laman sarpras, maka bagian bangunan di bawahnya akan timbul

Selamat mencoba

Tuesday, 3 September 2019

Cara menghapus Ruang di Sarpras dapodik 2020




Assalamualaikum sahabat edukasinfo, ada kadangkala merasa kita bingung cara untuk menghapus ruang yang sebenarnya ruang iru memang tidak ada di Dapodik, atau salah dalam menambah ruang. Menghapus ruang di menu sarpras di dap[odik 2020 khususnya, terkadang tidak bisa, karena biasanya tulisan hapus berupa blur (samar/bayang-bayang).

Maksudnya begini saat kita memilih ruang yang akan di hapus,


Maka, biasanya ada menunya yang sudah di blur, alias tak bisa di klik lagi, Hal ini karena data tersebut telah tersimpan dai dapodik.


Namun, jangan khawatir sahabat admin akan memberi solusi bagaiaman cara menghapus sarpras yang memang perlu di hapus tersebut. Langkah-langkahnya yaitu,

Ubah nama Jenis Prasarana yang akan dihapus tersebut,




Kemudian klik data yang ada di kolom, misalkan saya akan menghapus Ruang Guru, nah pada kolom paling awalnya, ada tulisan Ruang teori/kelas. Gantilah ruang teori/kelas tersebut dengan angka 99. Dengan mengklik menu ubah yang ada di atasnya.




Setelah diisi sesuai petunjuk di atas, silahkan di simpan.



Nah, sahabat demikianlah cara menghapus sarana prasarana/ ruang di dapodik 2020, semoga sukses.

Jika ada cara lain boleh juga untuk berbagi di komentar.

Baru, cara mengisi data kerusakan bangunan di aplikasi Dapodik 2020

Assalamualaikum sahabat edukasinfo, banyak pembaruan di aplikasi dapodik 2020, bahkan ada tampilan yang jauh berbeda dari tampilan dapodik dapodik pendahulunya. Hal ini sunggunh akan membuat mereka pekerja dapodik yang masih baru akan menjadi kebingungan, bahkan ada juga operator yang  sudah lama bekerja tapi merasa kebingungan. Namun, tak usah khawatir, itu lah kerja operator sekolah, selalu mencoba mencari solusi yang baru. 

Hal yang sangat mendasar di dapodik di antaranya adalah Sarpras, karena bantuan yang berupa bantuan pembangunan gedung dan semacamnya, akan diukur dari isi data yang ada di dapodik yang kita kerjakan. Jika kita salah mengisi maka sungguh sangat merugikan sekolahan kita. Untuk itu, sangat penting untuk mengisi data kerusakan dan kelaikan bangunan yang ada di sekolah kita.

Nah, di Aplikasi dapodik 2020 ini ada perbedaan tampilan dashboard dapodik, namun admin akan memberitahu cara mengisi data kerusakan, mari kita simak,

yuk kita login dapodik sekolah kita masing -masing dulu,

Selanjutnya pilih dan klik menu Sarpras, pilih di atas kolom pada laman, misalkan yang akan diisi datanya adalah Ruang Kelas, Ruang kepsek/Guru, dan seterusnya,

Kemudian Klik Lagi di bawahnya masih pada laman sarpras, Bangunan SD Negeri **


Jika sudah di klik maka akan tampil nama-nama ruang pilih tiap-tiap ruang yang akan diisi data kerusakannya, 





Setelah di klik, dan sudah terblok, maka pilih menu di atasnya yaitu menu Kondisi Ruang (2019/2020).

Nah, setelah terbuka silahkan diisi tingkat kerusakannya, eiith nanti dulu sebaiknya biar diprint saja kolom kerusakan ini biar diisi oleh orang lain, jika perlu ada tim khusus dalam pengukuran tingkat kerusakan dan kelayakan sekolah, tapi jika tidak ada yang apa boleh buat!!!




Isian adalah kisaran dari 0 % hingga di bawah 100 %, tapi jangan coba coba 100% beneran atau mendekati 100%. Bisa jadi dapodiknya invalid.

Selamat mencoba.

Friday, 30 August 2019

Menarik kembali peserta didik yang pernah dikeluarkan dari dapodik (PD Keluar) tapi masih di sekolah kita!


Assalamualaikum sahabat edukasinfo, barangkali pengalaman ini pernah kalian alami. Peserta didik atau siswa kita yang ada disekolah kita tanpa disengaja atau dengan sengaja kita keluarkan dari aplikasi dapodik pada versi sebelumnya. Kita lihat pada aplikasi dapodik 2020 sangat banyak perbedaan, terutama pada kolom PD keluar, jika pada dapodik-dapodik sebelumnya masih ada menu batal keluar peserta didik, namun pada aplikasi dapodik terbaru ini menu itu tak ada lagi.

Nah, jika demikian bagaimana cara mengatasinya atau cara membatalkan siswa keluar tersebut?

Bila data siswa pernah ada, dan pernah dikeluarkan dari dapodik namun masih di sekolah kita, kita bisa melakukan tarik siswa Online di website dapodikdasmen, setelah login dengan akses manajemen sekolah, plih peserta didik dan tambah, kemudian pilih Sumber Data, Propinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Sekolah Asal dan Tahun Lulus.

Cuma saat pencarian siswa, pilih nama sekolah kita sendiri, oke!

Cara Memperbaiki Error VCRUNTIME140.DLL saat instalasi Dapodik terbaru


Assalamualaikum sahabat edukasinfo, setelah install laptop terkadang ada saja masalah yang dihadapi kita sebagai operator sekolah, salah satunya adalah aplikasi dapodik gagal untuk tinggal di laptop kita, he. Seperti pada keterangan berikut, saat separuh jalan instalasi aplikasi dapodik terbaru (Dapodik 2020) muncul pesan balon yang berbunyi  CODE EXECUTE CANNOT PROCEED BECAUSE VCRUNTIME140DLL WAS NOT  FOUND. REINSTALLING THE PROGRAM MAY FIX THIS PROBLEM. Jika kalimat ini muncul maka, dapodik yang sudah diinstall tidak akan terbuka.




Walaupun installasi selesai,



Jika ini masalahnya, itu artinya laptop kita belum ada program VCRUNTIME14DLL. Untuk mendownload aplikasi ini silahkan kunjungi vcruntim140dll, atau di sini.

Nah, berikut cara menginstal vcruntime140.dll dilaptop agar aplikasi dapodik bisa tinggal dan menetap.


Cara menginstal vcruntime140.dll

Perangkat lunak akan sering memuat file .DLL dari folder aplikasi terlebih dahulu.
Jika tidak menemukan file .DLL di sini, maka secara otomatis akan memeriksa folder 
sistem Windows.
Tempatkan file .DLL di folder yang sama di mana file .exe aplikasi berada.
 
 
Instalasi DLL telah selesai!

Tidak yakin aplikasi mana yang mengalami masalah?
Coba instal file .DLL langsung ke Windows. (Lihat di bawah)
Menginstal vcruntime140.dll langsung ke Windows.

    Salin file .DLL ke folder C: \ Windows \ System32 \ Anda. (32 bit)
    Salin file .DLL ke folder C: \ Windows \ SysWOW64 \ Anda. (64 bit)
    Instalasi DLL telah selesai!

Nah, sahabat jika langkas di atas tidak berhasil yuk install aplikasi berikut, kemudian uninstall lagi aplikasi dapodik di laptop kalian. Setelah aplikasi ini diinstall maka selanjutnya marilah kita coba menginstall kembali dapodik 2020. Selamat mencoba!

Untuk Windows 64 vc_redict. x64.exe    atau  Untuk Windows 32 vc_redict. x32.exe

Sesuaikan dengan windows laptop kalian.

Sunday, 25 August 2019

Dapodik 2020, Tak bisa menarik Siswa Mutasi/ Pindahan di website dapodikdasmen


Assalamualaikum sahabat edukasinfo, tugas kita sebagai operator sekolah selalu saja menemui hal-hal yang baru. Seperti pembaruan Dapodik yang setiap saat akan diupdate. Hal ini akan membuat kita mencari tahu cara-cara yang baru juga dalam mengatasi masalah yang dihadapi. 

Sahabat, mengentry siswa di dapodik saat ini, untuk siswa yang pernah bersekolah di TK, SD dan SMP itu dilakukan melalui dapodik online, bukan di aplikasi dapodik yang kita install di laptop kita.  Nah, namun hal yang mungkin menjadi kendala, sebelum kita sinkronisasi, di website Dapodikdasmen,
akan muncul tulisan bahwa,



Nah, jika tulisan itu muncul yang perlu sahabat lakukan adalah mengisi semua yang perlu diisi di aplikasi dapodik terlebih dahulu, dari Sekolah, Sarpras, GTK, Peserta didik, Rombel, dan yang lainnya. Nah, untuk Pembelajaran dan Nilai Rapor/USBN itu boleh belum diisi, yang terpenting saat validasi (Lokal) nanti tidak ada status data yang Invalid. 

Hal ini telah admin coba pada sekolah admin sendiri yaitu SD Negeri 6 Muara Rupit. Yang admin lakukan mengisi semua data yang disebut di atas, pada bagian-bagian tertentu kita hanya melakukan klik menu aksi (Sarpras dan Rombel) dan salin penugasan (GTK dan Peserta Didik). Artinya kita tidak perlu mengisi data Sarana Prasarana, GTK, atau Peserta didik dari awal lagi. Namun jika ada penambahan, sebaiknya saran saya lakukan setelah sinkron pertama, setelah siswa yang ditarik atau GTK yang ditarik masuk ke dapodik 2020 yang ada di laptop kita.

Untuk kelas pertama yang belum ada siswanya, admin sarankan untuk tidak membuat rombel terlebih dahulu (jika rombel sebelumnya tidak ada)  karena jika rombelnya dibuat  maka saat akan sinkron nanti akan invalid, sedangkan ketika akan dihapus tak akan bisa dihapus.