Thursday, 21 November 2019

Cara mudah download Prefill pmp 2019 menggunakan Generate Prefill Nasional

Assalamualaikum sahabat edukasinfo, lama sudah kita menanti aplikasi pmp bisa dijalankan dengan tanpa ada rintangan apapun. Dan kini saatnya kita mencoba memulai menggunakan aplikasi EDS PMP versi Offline. Namun, setelah banyak yang mencoba menginstal dan akan menjalankan registrasi banyak juga yang gagal. Dan ini sudah pasti menjadi PR bagi pengembang aplikasi PMP.
Saat ini kita telah sampai pada titik dimana aplikasi PMP versi Offline sudah bisa untuk digunakan, sedangkan permasalahan yang kita alami saat mendownload Prefill PMP sudah ada solusinya. Sahabat, di situs resmi pmp disdakmen, dapat kita unduh prefill ini. Ada dua cara untuk mengunduh prefill PMP, yang pertama yaitu dengan  Generate Prefill Nasional dan yang kedua Generate Prefill Reguler. Namun yang kedua ini saat ini masih tidak bisa diakses dengan sempurna.

Untuk di awal registrasi disarankan menggunakan cara pertama.
Yuk, kita kunjungi link http://pmp.dikdasmen.kemdikbud.go.id/, selanjutnya pilih prefill PMP2019.
Ingat, sebelum menyimpan prefill ini pastinya kalian sudah menginstall Aplikasi PMP offline ini ke laptop. 
Baca Juga Akhirnya aplikasi PMP 2019 telah dirilis, setelah gagal update versi online
Baca Juga Cara mengubah status tidak diangkat NUKS di situs LPPKS
Generate Prefill Nasional (Prefill awal hanya sekali pakai*)
1) Pilih menu Prefill PMP 2019
2) Ketikkan NPSN, kemudian enter
 

   Jika sudah muncul nama sekolahnya, klik Unduh Prefill 

Pindahkan prefill hasil unduhan ke folder Prefill_dapodik, dengan cara copy paste atau cut. File unduhan prefill disimpan pada folder c:/prefill_dapodik, kemudian lakukan registrasi EDS Offline
Registrasi EDS Offline hasil generate prefill nasional menggunakan user: u_prefill_pmp dan password: p4ssw0rd_pmp dan Kode Registrasi Sekolah. Klik Registrasi,


Kemudian masukkan password seperti petunjuk di atas, dan klik registrasi sekali lagi, kemudian  tunggu sebentar hingga kembali lagi ke menu login.

Catatan :
  1. Prefill ini hanya dapat digunakan satu kali saja pada saat registrasi EDS Offline pertama kali setelah diinstall.
  2. Dikhususkan untuk sekolah yang sinkronisasi terakhir tanggal 15 November 2019 atau sekolah yang belum pernah melakukan penginputan EDS Offline.
  3. Selanjutnya, jika telah terjadi perubahan/penginputan data, prefill ini tidak dapat digunakan kembali dan harus menggunakan generate prefill reguler terbaru yang telah disediakan di bawah pilihan Generate Prefill Nasional.
Jika sudah selesai mengunduh  dan menyimpan prefill di Folder Prefill_dapodik, dan selesai registrasi.  Maka, kita akan di arahkan ke menu login kembali, namun saat login gunakan email dan password yang digunakan saat mengakses dapodik.


Selanjutnya tunggu sesaat,

 
Alhamdulillah aplikasi EDS Dikdasmen Offline atau Aplikasi PMP 2019 sudah bisa kita jalankan.

Catatan :
Generate Prefill Reguler (Prefill untuk transaksional dan perubahan data*)
  1. Prefill generate reguler menggunakan akun Dapodik pada saat Registrasi.
  2. Prefill ini digunakan sekolah telah melakukan penginputan data dan sinkronisasi.
  3. Pilih link unduhan prefill dari beberapa alternatif link di bawah ini sesuai wilayah sekolah anda.

Monday, 18 November 2019

Kisi-kisi soal PPG dalam Jabatan tahun 2019

Assalamualaikum sahabat edukasinfo, bagi yang telah terdaftar untuk mengikuti pretest PPG 2019, sudah tentu butuh banyak persiapan. Salah satu persiapan yaitu wawasan dan pengetahuan. Sahabat, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Kelembagaan IPTEKDIKTI dan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan  Tahun 2019, memberikan gambaran sola-soal yang akan diujikan nanti berupa kisi-kisi seleksi program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan tahun 2019. Untuk itu sangat penting agar bisa diperhatikan dan fahami.


Sahabat, sebelum kita membaca kisi-kisi soal seleksi PPG daljab 2019, Yuk, kita lihat apa sih latar belakang program PPG  ini!  
Baca Juga Cara mencetak surat pengantar kegiatan ujian akhir Pengembangan Keprofesian berkelanjutan melalui PKP berbasis Zonasi
Baca Juga Akhirnya aplikasi PMP 2019 telah dirilis, setelah gagal update versi online 
Didalam Amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 8, sebagaimana yang penulis lansir di situs  http://pgdikdas.kemdikbud.go.id menyebutkan bahwa Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan merupakan salah satu kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyelesaikan dan menuntaskan sertifikasi guru dalam jabatan, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru & Dosen. Tujuan pemberian bantuan biaya pendidikan PPG Daljab adalah untuk memfasilitasi dan memberikan kesempatan bagi Guru yang belum memiliki sertifikat pendidik untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru untuk mendapatkan Sertifikat Pendidik. Tahun 2019 ditetapkan kuota peserta PPG Daljab yang mendapat bantuan biaya pendidikan dari biaya APBN melalui Kemdikbud sebanyak 40.000 orang guru yang telah dinyatakan lulus seleksi oleh Kemristekdikti. Diharapkan setelah memiliki sertifikat pendidik akan menjadi salah satu unsur yang berperan penting dalam menyiapkan generasi emas dan menuju Indonesia unggul di masa society on the move.Penyelenggara PPG dalam Jabatan 2019, yang telah ditetapkan oleh Kemristekdikti sebayak 62 LPTK dengan mengacu kepada Standar Pendidikan Guru (Standar DikGu) yang mencakup standar pendidikan, standar penelitian, dan standar pengabdian kepada masyarakat. Dasar Pelaksanaan PPG Daljab diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017, tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008, tentang Guru, dimana di pasal 66 ayat 1 menyatakan “Bagi Guru Dalam Jabatan yang diangkat sampai dengan akhir tahun 2015 dan sudah memiliki kualilikasi akademik S-l/D-IV tetapi belum memiliki Sertifikat Pendidik dapat memperoleh Sertifikat Pendidik melalui Pendidikan Profesi Guru" dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 37 Tahun 2017 Tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan yang Diangkat Sampai Dengan Akhir Tahun 2015, dimana di pasal 3 ayat 1 berbunyi Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan dilaksanakan melalui Program PPG yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi.
Disitu disebutkan bahwa menurut Permenristekdikti Nomor 55 tahun 2017 Pasal 20 ayat (11) Beban belajar Program PPG Daljab paling sedikit 24 (dua puluh empat) sks. Mengikuti Permenristekdikti ini pada Pasal 20 ayat (6), kurikulum PPG Daljab dengan total 24 sks ini diurai ke dalam tiga bentuk pembelajaran, yaitu kuliah-teori (pendalaman materi akademik), lokakarya, dan praktik pengalaman lapangan (PPL). Materi akademik mencakup dua (2), yaitu akademik pedagogik dan akademik bidang studi/profesional. Materi akademik pedagogik dengan materi pokok Pendidikan dan Profesi Pendidik, diarahkan untuk memberikan penguatan tentang dasar-dasar ilmu pendidikan dan prinsip-prinsip guru sebagai profesi. Sedangkan materi pokok untuk akademik bidang studi/profesional tidak hanya mencakup materi-materi keilmuan, melainkan dikaitkan dengan cara pembelajarannya, atau dikaitkan dengan penerapan prinsip TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge). Lokakarya berupa kegiatan pengembangan/penyusunan perangkat pembelajaran, peerteaching dan proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Lokakarya berupa kegiatan pengembangan/penyusunan perangkat pembelajaran, peerteaching dan proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK).  Adapun pelaksanaan PPG Dalam Jabatan 2019 digambarkan dalam bagan berikut :  

Sahabat, inilah isi kisi-kisi soal seleksi PPG dalam Jabatan tahun 2019 tersebut:

Kisi-kisi soal seleksi PPG 2019

Saturday, 16 November 2019

Cara mencetak surat pengantar kegiatan ujian akhir Pengembangan Keprofesian berkelanjutan melalui PKP berbasis Zonasi

Assalamualaikum sahabat edukasinfo. Bagi kalian guru yang saat ini mengikuti program yang diadakan oleh LPMP melalui Dinas Pendidikan yaitu Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalaui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) berbasis Zonasi, yang akan mencetak Surat Pengantar, yuk silahkan dibaca caranya.

Program Pengembangan Keprofesian berkelanjutan melalui PKP berbasis Zonasi adalah program yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, serta pemerataan mutu pendidikan, maka pelaksanaan Program PKP mempertimbangkan pendekatan kewilayahan, atau dikenal dengan istilah zonasi. Melalui langkah ini, pengelolaan Pusat Kegiatan Guru (PKG) TK, kelompok kerja guru (KKG) SD, atau musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) SMP/SMA/SMK, dan musyawarah guru bimbingan dan konseling (MGBK), yang selama ini dilakukan melalui Gugus atau Rayon, dapat terintegrasi melalui zonasi pengembangan dan pemberdayaan guru. 

Zonasi memperhatikan keseimbangan dan keragaman mutu pendidikan di lingkungan terdekat, seperti status akreditasi sekolah, nilai kompetensi guru, capaian nilai rata-rata UN/USBN sekolah, atau pertimbangan mutu lainnya. Setelah beberapa kali pertemuan dan pelatihan, guru yang bersangkutan akan di tes pada ujian akhir pelatihan. Di akun simPKB guru akan ada surat pengantar. Pada Surat Pengantar ada token Ujian, nah token ujian inilah yang harus disimpan, guna mengikuti ujian akhir nanti (Post Test)

Langkah pertama, login SimPKB guru yang bersangkutan


Kemudian jika sudah berada di akun. Carilah tulisan atau menu Pelatihanku,



Jika sudah di klik Pilihlah Jenis Pelatihan yang sedang dilaksanakan saat ini, seperti Diklat PKP

Selanjutnya jika sudah dipilih jenis Diklat cari menu CETAK SURAT PENGANTAR,


Contoh surat pengantar PKB melalui PKP berbasis Zonasi


Wednesday, 13 November 2019

Akhirnya aplikasi PMP 2019 telah dirilis, setelah gagal update versi online

Assalamualaikum sahabat edukasinfo, sudah beberapa pekan yang lalu, sejak diluncurkannya rilis Aplikasi PMP versi Online oleh direktorat jenderal kementerian pendidikan dan kebudayaan, belum ada salah seorang operator sekolahpun yang berhasil mengisi Quesioner Evaluasi Diri Sekolah (EDS) di aplikasi website tersebut. Akibat dari sulitnya mengakses situs ini, banyak operator sekolah yang mengeluhkan hal ini, baik pada aplikasi untuk di PC / Laptop maupun aplikasi android yang bisa diunduh pada play store. Bagaimana mau menyampaikan kepada guru-guru dan siswa, jika aplikasi website ini sulit untuk diakses.

Alhamdulillah, kemarin tanggal 11 November 2019 rilis aplikasi EDS PMP Offline sudah diluncurkan, beritanya dapat kita lihat di situs PMP Dikdasmen. Namun, disebutkan dalam pengumuman tersebut, bahwa dirilisnya aplikasi PMP offline ini demi percepatan data PMP tahun 2019 ini dengan batas waktu yang ditentukan sedikit sekali, yakni dari tanggal Batas Waktu pengiriman data Pemetaan Mutu Pendidikan yaitu tanggal 1 Desember 2019. Semoga waktu ini bukan waktu yang final, karena pengisian EDS ini tidak semua dikerjakan oleh guru atau siswa yang mengerjakannya, tapi masih ada mereka yang membebankan kepada Operator Sekolah. Saya katakan bahwa Operator sekolah bukan robot. Inilah terkadang ada Operator yang mengambil jalan pintas, seperti mengisi EDS sendiri bukan oleh guru, atau mencari aplikasi pihak ketiga yang ilegal. Memang, pada pengiriman EDS PMP tahun-tahun sebelumnya biasanya ada tambahan renggat waktu yang diberikan oleh tim PMP agar bisa mengirim lagi. Namun, hal seperti ini seperti menjadi momok yang menakutkan bagi kami, apalagi setiap ada telepon dari pengawas pembina yang menelepon kepala sekolah agar aplikasi PMP sekolahan kami segera di kerjakan dalam waktu yang secepatnya.


Sahabat, dihari pertama rilis banyak juga sahabat operator sekolah yang mengeluh karena sulitnya mengunduh prefill PMP. Inilah hasilnya saat akan mendownload prefill

Baca Juga Cara mudah download Prefill pmp 2019 menggunakan Generate Prefill Nasional
An error occurred.
Sorry, the page you are looking for is currently unavailable.
Please try again later. If you are the system administrator of this resource then you should check the error log for details. Faithfully yours, nginx.

Kami para pekerja data berharap kepada pihak yang memiliki kewenangan agar tidak segera meluncurkan aplikasi sebelum deal 100%. Jadi, sekiranya lahir aplikasi kami tidak terbeban oleh waktu yang sesingkat-singkatnya. Jika memang harus dikerjakan guru, kami harap ada surat perintah yang menguatkan bahwa pengerjaan EDS tersebut harus benar-benar dikerjakan oleh guru yang bersangkutan bukan dibebankan kepada Operator sekolah yang notabene-nya sudah punya segudang PR aplikasi yang akan dikerjakan. Begitupula ke siswa, bahwa benar-benar siswa yang mengerjakan dengan di awasi oleh guru ataupun orang tua. Sedangkan, teknis dan pengelolaannya operatorlah yang berperan sebagai instruktur aplikasi. 

Sama, seperti tahun-tahun sebelumnya, ketika rilis aplikasi pmp terbaru, mintanya segera dan segera. Lihatlah wahai sahabat, Operator sekolah apakah mereka tidak bakalan sakit, atau lelah. Apakah mereka di beri vitamin dan suplement biar sehat dan kuat terus mengerjakan aplikasi ini. Memang, pada tahun-tahun sebelumnya ada uang lelah yang diberikan dari LPMP, dibandingkan dengan harga obat dan kesehatan Operator sekolah  itu tak akan cukup. Saya pernah di tahun awal dirilisnya Aplikasi PMP yang pertama kali, tak ada uang lelah sedikitpun, padahal pengawas pembina sudah memberikan sinyal agar operator yang mnegerjakan pmp ini diperhatikan. Tapi, itulah kenyataannya, mungkin karena kepala sekolah merasa tidak ada beban, atau merasa bahwa itu adalah tugas operator sekolah, mereka menganggap hal ini biasa-biasa saja. Padahal EDS ini menyangkut sisi spesifik sekolah yang dipimpin mereka. Kemudian Alhamdulillah pada tahun kedua, pihak LPMP memberikan angin segar yakni pekerjaan kami diganti dengan upah lelah. Masih, juga oleh kepala sekolah karena merasa bukan beban mereka, dan menganggap itu adalah pekerjaan mutlak Operator sekolah.

Demikianlah tulisan ini saya tulis tanpa merendahkan seluruh pihak, sebagai harapan kami operator sekolah selanjutnya, yaitu:
  1. Agar waktu pengisian EDS PMP ini tidak terlalu  mepet dan terburu-buru agar hasil kualitas data yang di dapat lebih baik.
  2. Agar lebih memperhatikan siapa yang mengerjakan EDS ini, jika memang harus Guru yang bersangkutan atau siswa yang bersangkutan, semestinya lebih ditekankan agar sesuai dengan kenyataannya, bukan oleh operator sekolah.
  3. Jika memang harus menggunakan jasa operator sekolah, berikanlah hak yang setimpal dengan pekerjaan. Karena, EDS ini tidak sedikit, jadi sudah pasti menyita waktu yang banyak buat kami operator sekolah.
  4. Menekankan kepada pengawas dan kepala sekolah agar aplikasi ini dikerjakan benar-benar oleh yang berhak meNgisinya, sehingga tugas operator sekolah hanya mengawasi dan melihat apakah data yang diisi kurang atau lebih agar tidak terjadi kesalahan kirim data EDS.
Silahkan unduh aplikasi disini:
PMP OFFLINE 2019

Oleh : OPS 

Saturday, 2 November 2019

Cara mengedit Laporan Absen Finger Print

Assalamualaikum sahabat edukasinfo, Finger Print saat ini bukan lagi barang yang di anggap baru. Di setiap instansi baik pemerintahan maupun swasta sudah menggunakan finger print sebagai alat untuk mengabsen para pegawai. Begitu banyak merk dan tipe finger print yang beredar dan digunakan, dan semuanya itu pada intinya adalah untuk mendata kehadiran para pegawai yang hadir atau pun tidak. Finger print tidak hanya digunakan dikalangan para pegawai, bahkan sekolahan pun ada yang mengabsen siswanya dengan menggunakan Fingerprint sebagai pendata kehadiran siswa.


Sahabat, kadangkala saat akan mencetak hasil fingerprint muncul permasalahan, salah satu permasalahan itu seperti tulisan atau angka yang ada pada laporan kehadiran tidak sesuai dengan kehadiran para pegawai, meskipun kita telah melakukan pengeditan pada aplikasinya. Masalah ini kemungkinan muncul akibat import data scan sidik jari dari flashdisk tidak sinkron dengan isian pada aplikasi. Kesalahan entry data tersebut sebenarnya bisa diperbaiki tanpa harus mengeditnya pada tabel-tabel yang ada di dalam aplikasi, kesalahan tersebut bisa diperbaiki melalui hasil laporan cetak yang akan kita print out. 

Lalu, bagaimana cara memperbaikinya?

Mari kita perhatikan langkah-langkah berikut ini:

bukalah aplikasi atttandance managemen yang ada di laptop kalian.

Baca Juga :

Selanjutnya,Klik menu laporan 


Jika sudah di klik akan muncul tampilan berikut ini,



  1. Pilih Nama yang akan kita cetak, jika yang akan di cetak perorangan, tapi jika yang akan dicetak adalah kehadiran seluruh pegawai, maka pilih semua.
  2. Tentukan tanggal bulan dan tahun masa absensi yang akan dicetak.
  3. Klik Menu Kalkulasi
  4. dan selanjutnya klik menu laporan
Jika menu laporan sudah di klik, tampilan selanjutnya adalah seperti gambar berikut ini,



Pada menu laporan adalah pilihan laporan yang akan kita cetak, seperti Laporan harian, laporan rekapitulasi, laporan per departemen, data scan karyawan, jadwal harian karyawan, laporan detail harian, data transaksi karyawan, laporan lembur harian dan buat laporan dari tampilan aktif.  Semua laporan tersebut jika kita cetak print out seluruhnya maka sungguh berkas yang akan kita miliki terlalu banyak dan tebal, namun hal ini tergantung dari kebijakan atasan instansi masing-masing. Mungkin ada instansi yang hanya mencetak laporan harian saja, atau laporan rekapitulasi saja, atau juga data scan karyawan dan seterusnya. 

Nah, pada kali ini admin akan memberikan contoh hasil laporan yang di edit pada Laporan harian pegawai saja. Jika yang akan kita cetak laporan harian maka pilih dan klik menu laporan harian,

Selanjutnya pada kolom yang ditampilkan pilih tulisan atau angka yang akan kita ganti.  Contoh, yang akan kita ganti atau kita ubah adalah angka 27 pada kolom jumlah hari atas kehadiran nama Nata Antorius. Klik, dan ubahlah,

Inilah hasilnya,

 Jika pengeditan telah selesai selanjutnya kita keluar dari laman ini dengan mengklik menu Close,


Pilih konfirmasi save changes dan klik tombol yes.


Data laporan absensi sudah selesai diperbaiki. 
Cara mengedit laporan absen finger print ini dilakukan pada mesin finger print merk solution tipe P 207.
Mudahkan!!!


Monday, 28 October 2019

Cara mencetak Info GTK secara penuh tanpa terpotong halaman!

Assalamualaikum sahabat edukasinfo, Informasi GTK yang ada di Info GTK itu penting untuk di rekomendasi dan dikonfirmasi oleh admin tunjangan di Dinas Pendidikan Kabupaten kota. Info GTK tersebut adalah hasil dari pengentrian di aplikasi dapodik yang dikerjakan oleh operator sekolah. Jadi, jika yang diisi oleh operator sekolah A maka yang akan ditampilkan pada Info GTK juga A, begitu juga bila  yang diisi di Aplikasi dapodik B maka yang akan ditampilkan pada info GTK adalah B. Oleh sebab itu sangat penting untuk diperhatikan oleh operator sekolah saat mengisi data guru terutama guru yang telah bersertifikasi pendidikan.

Sahabat, seringkali saat akan mencetak Info GTK, kita mengalami kendala dengan hasil cetakan yang terpotong di bagian bawahnya. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan tampilan yang ada pada Info GTK adalah dianggap satu halaman, makanya jika kita buat skala ukuran kecil, tampilan halaman akan terlihat seluruhnya, namun tulisannya pun akan menjadi kecil.



Lalu, bagaimana cara agar cetakan info GTK yang kita dapatkan terlihat sepenuhnya? 

Agar cetakan Info GTK tampil menyeluruh, laman info GTK harus di screenshoot dengan menggunakan Fireshot yang ada di Pengaya Firefox Mozila.  Caranya kalian klik garis tiga yang ada di atas browser Firefo Mozila yang ada di laptop kalian.  Kemudian Pilih Add-On atau Pengaya.





Kemudian ketik Fireshot atau Full Web page Screenshots pada pencarian


Setelah itu akan muncul seperti gambar berikut, Klik tambah ke firefox,


Klik menu Tambahkan 


 

dan, centang Izin Ekstensi Ini untuk berjalan di jendela pribadi kemudian Klik Oke, paham

Refresh Browser mozila kalian, setelah itu buka laman Info GTK yang akan di screenshot melalui Pengaya Fireshot. Perhatikan Icon Fireshot berlambang S, Klik dan pilih bagian yang akan di screenshoot.


Perhatikan gambar berikut!


Gambar 1. Icon Fireshot
Gambar 2. Pilih Tangkap seluruh halaman,
                  nanti secara otomatis akan menscan sendiri dan akan diarahkan ke laman berikut,



Pada laman tersebut, pilih salah satu cara yang akan dipilih untuk menyimpan file Info GTK tersebut.


Seperti, 1) Menyimpan sebagai gambar PNG dan Image
             2)  Menyimpan ke PDF
             3) Salin ke Clipboard
             4) atau langsung cetak menggunakan printer

misalkan kita pilih sebagai gambar, kemudian buat nama seperti contoh berikut "Fireshot Capture 001 _Info Guru Nurhayati"


Jika simpan ke pdf, lakukan juga hal yang sama, yaitu dengan membuat nama saat menyimpannya,

 

Jika akan dicetak langsung, pilih printer yang kalian gunakan dan cetaklah.


Perlu diperhatikan bahwa hasil cetak screenshoot terlalu kecil dan mungkin akan sulit untuk dibaca.


Maka dari itu kalian perlu untuk memindahkan gambar hasil screenshot fireshot ke Microsoft word, yaitu dengan memotong gambar (Crop)  info GTK tersebut menjadi 3 bagian, agar halaman info GTK dapat terbaca dengan baik dan tidak terlalu kecil.

Bagaimana memotong gambar tersebut?

Buka, file fireshot tersebut dengan menggunakan Paint.





Pilih select all dan pilih crop, potong menjadi 3 bagian  '




 Setelah dipotong disimpan dengan nama yang berbeda misalnya file 1, file 2 dan file 3.

Copy ketiga gambar tersebut dan pindahkan (paste) ke microsoft word.


jika sudah tinggal kita mencetaknya.
kita lihat perbedaan saat di screenshot dengan menggunakan fireshot dan setelah di crop (potong) dan diperbesar, lebih rapi dan terbaca.


Demikian cara mencetak Info GTK dengan seluruh halaman penuh tanpa terpotong. Mungkin juga ada sahabat yang lain yang mengetahui cara mencetak info GTK seluruh halaman dengan metode yang lain. Semoga bermanfaat.

By: Edukasinfo.net



Wednesday, 23 October 2019

Cara atasi Kepsek/PLT belum dipilih di dapodik

Assalamualaikum sahabat edukasinfo, sering kita jumpai keterangan ditampilan dashboard dapodik 2020 bahwa Kepala Sekolah atau PLT tidak dipilih. Hal ini mungkin disebabkan karena pergantian atau pertukaran kepala sekolah. Kasus yang saya alami adalah setelah saya memutasikan kepala sekolah di aplikasi dapodik beberapa saat yang lalu. Setelah itu muncul tulisan Kepala Sekolah/PLT tidak dipilih.

 
Supaya, ada kepala sekolah atau PLT di aplikasi dapodik tersebut maka saya pilih salah satu guru yang akan menjadi PLT sementara, saya persiapkan terlebih dahulu Nomor SK nya (jika memang benar ada SK silahkan isi dengan sk yang sebenarnya, namun jika belum ada direkayasa namun ingat ini hanya sementara saja sampai nama kepala sekolah yang akan mengganti kepala sekolah saat ini masuk ke dapodik kita).

Adapun cara memilih Guru yang akan menjadi PLT kepala sekolah yaitu,

1. Klik ubah pada tabel guru yang dipilih sebagai PLT
2. Pilih tugas tambahan pada menu rincian
3. Klik tambah jabatan pilih PLT Kepala Sekolah
4. Isi Nomor SK dan TMT Tugas Tambahan
5. Refresh atau Control + F5 

kemudian jika selesai proses di atas maka di bagian dashboard Dapodik status Tidak dipilih akan berubah dan nama PLT yang ditampilkan.

Untuk guru setempat yang diangkat menjadi Kepala sekolah, operator tinggal mengubah data rincian di tugas tambahan menjadi kepala sekolah, nomor SK dan TMT tugas tambahan, selanjutnya minta konfirmasi ke  admin dinas pendidikan agar Jenis PTK yang ada di kolom utama bisa diubah, karena menu tersebut tidak bisa diubah oleh operator sekolah

sekian.